Mitos di Bali



Mitos
 
Mitos adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang mempunyai cerita atau penganutnya.

Di setiap daerah tentunya memiliki sebuah mitos yang dipercayai oleh masyarakat sekitar. Di Desa Tamanbali, Banglipun demikian, di Desa Tamanbali terdapat mitos yang masih dipercayai oleh masyarakat sekitar desa itu,  yaitu jangan keluar atau bermain pada sandikala ( sore hari menjelang malam ) karena pada waktu sandikala giliran para kala ( makhluk halus ) untuk keluar dan bermain.  Biasanya para orang tua di Desa Tamanbali akan melarang anaknya  untuk keluar pada saat sandikala karena hal itu sangat berbahaya untuk keselamatan sang anak itu sendiri , karena jika anak-anak masih bermain pada saat sandikala maka para kala akan menyamar sebagai temannya untuk ikut bermain dan akan mencelakai sang anak. Mitos ini sudah turun temurun ada di desa Tamanbali ini agar anak-anak di desa Tamanbali tidak keluar pada malam hari dan mau belajar di rumah, mungkin itulah tujuan dari mitos yang diceritakan oleh orang-orang tua terdahulu. Selain itu di Desa Tamanbali juga terdapat mitos tentang tidak boleh keluar pada tengai tepet ( siang bolong ataus pas jam 12 siang ) hal ini dikarenakan pada tengai tepet memedi ( makhluk halus ) akan menculik anak-anak yang keluar atau masih bermain pada saat itu, para memedi akan mengajak anak-anak ke hutan dan memelihara mereka di sana dan dijadikan pelayan para memedi. Mitosnya jika ada anak yang sudah diculik oleh memedi maka para orang tua akan memukul kulkul ( pentongan ) dan meneriakan nama sang anak yang telah diculik memedi, maka memedi itu akan takut dan mengembalikan sang anak. 

Selain mitos di atas, di Desa Tamanbali juga beredar mitos tentang ogoh-ogoh.
Setelah seseorang selesai membuat ogoh-ogoh maka di sekitaran ogoh-ogoh tersebut harus ditaruh beberepa helai pandan yang berduri untuk mengusir para mahkluk halus serta mencegah mahkluk halus merasuki raga ogoh-ogoh tersebut.  Masyarakat Bali percaya jika pada saat selesai proses pembuatan ogoh-ogoh dan ogoh-ogoh tersebut ditinggal pulang haruslah menaruh pandan berduri di sekitaran ogoh-ogoh tersebut, jika hal itu tidak dilakukan makan ogoh-ogoh tersebut akan bergerak sendiri karena dimasuki oleh kala (makhluk halus). Setelah ogoh-ogoh selesai diarak keliling desa maka ogoh-ogoh tersebut harus segera dibakar agar kala yang masuk ke dalam ogoh-ogoh tersebut ikut terbakar. Tujuannya agar Desa Tamanbali bersih dari kala, serta pikiran manusia menjadi bersih. Itulah beberapa mitos yang terdapat di Desa Tamanbali, Bangli, apakah mitos itu benar atau tidak? Itu kembali pada diri sendiri percaya atu tidak terhadap mitos-mitos itu. Dibalik semua mitos itu tentunya ada pesan-pesan positif yang ingin diberikan oleh para orang tua kepada anaknya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Permainan Tradisional yang Hampir Punah

ATMA, ARTI DAN FUNGSI SARANA UPAKARA

Kearifan Lokal di Bangli